Friday, 16 January 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Analist memperkirakan 99% suku bunga akan di pangkas di bulan September
Thursday, 14 August 2025 04:37 WIB | FISCAL & MONETARY |Federal Reserve

Para pedagang kini memperkirakan 99% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Reserve 17 September 2025, menurut Alat Pemantau Suku Bunga Fed Investing.com. Angka ini naik dari perkiraan kemarin sebesar 91,4%.

Lebih lanjut, para pedagang kini memperkirakan 1,4% kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan mendatang. Sebelumnya, tidak ada kemungkinan seperti itu.

Suku bunga dana federal saat ini berada di kisaran 4,5 hingga 4,5 persen.

Presiden Donald Trump dan pemerintahannya telah mendesak Ketua Fed Jerome Powell untuk melakukan penurunan suku bunga selama berbulan-bulan, dengan mengatakan bahwa suku bunga yang tinggi membebani pemerintah miliaran dolar dalam biaya bunga.

Kemarin, Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan di Fox News bahwa penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin adalah tepat. Ia menegaskan kembali pandangan tersebut dan melangkah lebih jauh hari ini dengan menyarankan bahwa suku bunga dana federal seharusnya 1,5% lebih rendah. "Saya pikir kita bisa mengalami serangkaian penurunan suku bunga di sini, dimulai dengan penurunan suku bunga 50 basis poin pada bulan September," kata Bessent di Bloomberg. "Jika Anda melihat model apa pun, itu menunjukkan bahwa kita mungkin akan berada pada penurunan 150 hingga 175 basis poin."

Minggu depan, pasar akan mendengar dari Powell di Simposium Ekonomi Jackson Hole. Powell menolak untuk menurunkan suku bunga karena tarif Trump, yang menciptakan keretakan di dewan Federal Reserve. Pada bulan Juli, dua gubernur Fed tidak setuju dengan keputusan untuk mempertahankan suku bunga dana federal dan menginginkan penurunan sebesar 25 basis poin. Minggu depan, sekarang secara luas diperkirakan bahwa Powell akan mengisyaratkan penurunan suku bunga pada bulan September.

Penolakan Powell untuk menurunkan suku bunga kemungkinan akan membuatnya kehilangan pekerjaannya. Pemerintahan, yang dipimpin oleh Bessent, sekarang secara aktif mencari Ketua Fed yang baru. Hari ini, Trump mengatakan ia telah mempersempit pilihan menjadi "tiga hingga empat" untuk posisi tersebut. Meskipun Trump tidak menyebutkan nama, pasar melihat kandidat terdepan adalah Christopher Waller, Kevin Warsh, Kevin Hassett, dan James Bullard. Salah satu kandidat yang dianggap kuda hitam adalah Stephen Miran. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei 2026.(Cay)

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Menurut Steven Miran Suku Bunga Tahun 2026 Masih Bisa Turun Sebesar 150 Bps...
Thursday, 8 January 2026 22:55 WIB

Gubernur Federal Reserve, Stephen Miran, mengatakan pada hari Kamis bahwa ia menargetkan penurunan suku bunga sebesar 150 basis poin tahun ini untuk mendorong pasar tenaga kerja AS. Miran mengatakan ...

Wakil Ketua Fed Bowman Menguraikan Upaya Modernisasi Regulasi...
Thursday, 8 January 2026 05:35 WIB

Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama pidatonya di Seminar Presiden Bank Asosiasi Bankir Califor...

Menurut Petinggi Fed Masih Ada Peluang Pemangkasan Suku Bunga Lanjutan...
Tuesday, 6 January 2026 23:47 WIB

Perubahan lebih lanjut pada suku bunga jangka pendek Federal Reserve perlu "disesuaikan dengan cermat" berdasarkan data yang masuk mengingat risiko terhadap target lapangan kerja dan inflasi bank sent...

Barkin: Ekonomi AS di Titik Rapuh, Data Jadi Penentu...
Tuesday, 6 January 2026 20:26 WIB

Presiden Bank Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, mengatakan prospek kebijakan moneter tetap berada dalam keseimbangan yang rapuh mengingat tekanan yang saling bertentangan dari meningkatnya pengang...

Rapat Desember Tak Sejalan, Risalah Fed Picu Spekulasi Pasar...
Wednesday, 31 December 2025 02:12 WIB

Bank Sentral AS (Federal Reserve) setuju untuk memangkas suku bunga pada pertemuan Desember hanya setelah perdebatan yang sangat bernuansa tentang risiko yang dihadapi ekonomi AS saat ini, menurut cat...

LATEST NEWS
Harga emas melonjak di atas $4.500, siap untuk kenaikan mingguan 4% setelah data NFP AS dirilis

Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...

Emas Masih Jadi Buruan para Pelaku pasar

Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...

Perak Sesi Eropa Kemana?

Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...

POPULAR NEWS